Tema diskusi
pada laporan dialog intaraktif ini
adalah "Bangkitlah Bali demi Keutuhan NKRI".
Dialog
Interaktif Bali TV - Program Acara Ajeg Bali
"Bangkitlah Bali demi keutuhan NKRI"
1 Agustus 2006, jam 22.00 Wita
"Bangkitlah Bali demi keutuhan NKRI"
1 Agustus 2006, jam 22.00 Wita
Moderator : Bali sebagai Pewaris Budaya yang masih tersisa, akhir2 ini kata-kata ini sering kita dengar dan ini menjadi harapan kita semua. Bagaimana menurut Bapak?
Anand Krishna : Saya yakin Budaya Nusantara tidak akan pernah mati, tapi di sana-sini tenggelam di tengah-tengah budaya asing, tetapi di Bali ini masih utuh masih hidup walaupun kadang2 kita melihat sedikit sekarat dan ini adalah harapan bagi Budaya Nusantara dan harus diangkat oleh Bali sendiri.
Moderator : Kira2 yang harus memulainya Siapa yang bisa mengangkat ini?
Anand Krishna : Kita sendiri pak, karena bila kita melihat para pemerintah kita sibuk dan
dibuat sibuk dengan sekian banyak persoalan, dan para pendidik kita para
budayawan kita memiliki agenda masing-masing. Yang tadi barusan saya bicarakan
off air Seperti apa yang bapak katakan betul sekali dulu kita ingin melayani
dulu baru mendapat kekuasaan sekarang ingin berkuasa dulu. Sekarangg mau tidak
mau kita harus memulai dengan diri sendiri.
Saya melihat budaya itu dalam konteks yang lebih luas Seorang seniman harus berbudaya, seorang politisi harus berbudaya seorang ekonom seorang pedagang di pasar harus berbudaya budaya bukan sekerdar seni tetapi budaya melunakkan hati kita membuat kita lembut sehingga kita bisa melihat duduk perkara seperti apa dan berpikir jernih tidak langsung main hakim tidak langsung bersikeras tidak langsung memaksakan kehendak.
Saya melihat budaya itu dalam konteks yang lebih luas Seorang seniman harus berbudaya, seorang politisi harus berbudaya seorang ekonom seorang pedagang di pasar harus berbudaya budaya bukan sekerdar seni tetapi budaya melunakkan hati kita membuat kita lembut sehingga kita bisa melihat duduk perkara seperti apa dan berpikir jernih tidak langsung main hakim tidak langsung bersikeras tidak langsung memaksakan kehendak.
Moderator : Bagaimana peran bali dalam keutuhan NKRI?
Anand Krishna : Sesungguhnya sudah terbukti ketika Bali di Bom dua kali dan masyarakat
Anand Krishna : Sesungguhnya sudah terbukti ketika Bali di Bom dua kali dan masyarakat
tidak
reaktif.dan kalau kita melihat kita mewarisi budaya yang sama dengan India di
bom juga tapi tidak reaktif. Bahkan ada masyarakat India mengatakan kalau
Istrael dapat menyerang Hisbulalh karena hanya beberapa warga negaranya
disandera kenapa India tidak menyerang Pakistan karena sudah ratusan orang yang
sudah mati di Bom oleh Pakistan. Dan terbukti bahwa para pembom ini mendapat
pendidikan dari Pakistan.Tetapi India tidak reaktif ini budaya yang sama.
Kita tidak mengimport budaya itu dari India tidak. Kita memiliki budaya yang mirif dan sama budaya itu adalah dari wilayah peradaban yang luas sekali dari Gandhahar hingga ke Australia seluruh wilayah peradaban ini memiliki budaya yang sama. Seperti yang dikatakan oleh Swami Vivekananda kalau saya tidak bisa menghormati agama2 lain maka saya belum beragama Hindu belum orang Hindu. Budaya ini yang menyejukkan bagi seluruh umat manusia.
Kita tidak mengimport budaya itu dari India tidak. Kita memiliki budaya yang mirif dan sama budaya itu adalah dari wilayah peradaban yang luas sekali dari Gandhahar hingga ke Australia seluruh wilayah peradaban ini memiliki budaya yang sama. Seperti yang dikatakan oleh Swami Vivekananda kalau saya tidak bisa menghormati agama2 lain maka saya belum beragama Hindu belum orang Hindu. Budaya ini yang menyejukkan bagi seluruh umat manusia.
Moderator : Kemudian kita masuk kegenerasi muda yang kebarat-baratan?
Anand Krishna : Itu terjadi ketika kita tidak bangga dengan budaya sendiri dan menjadikan
Anand Krishna : Itu terjadi ketika kita tidak bangga dengan budaya sendiri dan menjadikan
budaya sebagaimana seni saja.atau sesuatu yang dimuseumkan misalnya saya
mencari tulisan tentang Sutasoma. Sejak th 1956 tidak ada tulisan tentang
Sutasoma di Bali. Satu-satunya di tulis oleh Bapak I.B Sugriwa sejak saat itu
tidak ada lagi tulisan tentang Sutasoma. Yang ada di lagukan di kakawinkan
tetapi anak muda kita ingin memahami apa arti Sutasoma interpretasinya dan
orang-orang asing lebih tahu tentang Budaya kita. Sekarang di pasaran di toko
buku kalau ingin mengetahui budaya kita tentang Bali lebih banyak ditulis oleh
orang asing.
Kewajiban kita semua adalah membuat anak muda kita bangga akan budaya kita. Penemuan di bidang sains tentang otak itu sudah ada di dalam buku-buku yoga kita ribuan tahun yang lalu. Ini harus diungkapkan dan dijelaskan dengan gaya yang populer.
Kewajiban kita semua adalah membuat anak muda kita bangga akan budaya kita. Penemuan di bidang sains tentang otak itu sudah ada di dalam buku-buku yoga kita ribuan tahun yang lalu. Ini harus diungkapkan dan dijelaskan dengan gaya yang populer.
Moderator : Bali diguncang Bom tapi masih bisa bertahan dan optimis, kira kira untuk
mereka yang tinggal di Bali dan bukan orang-orang Bali himbauan Bapak seperti
apa?
Anand Krishna :
Himbauan saya adalah apa yang dilakukan oleh Pak Satria Narada sudah tepat dan
ini harus dikembangkan. Ajeg Bali bisa digaungkan sama dengan ajeg Nusantara.
Ketika kita berada di Bali silahkan menggunakan ajeg Bali tetapi suara ini
harus digaungkan. Di Sriwijaya barangkali yang diungkapkan adalah ajeg
Sriwijayanya, di Jogja kita bicara ajeg Jawa maka kita akan bertemu. Tidak bisa
berpisah lagi.tetapi kalau sekarang kita bicara tentang syariat agama tertentu
maka kita akan terpecah belah. Contohnya RUU APP. Kita tidak bisa menerima
bagaimana dengan Monas? Itu inspirasi yang diambil oleh Bung Karno dari lingga
Yoni. Harus ditutup dengan kain atau diapakan? Bahkan di Bali disakralkan, dan
itu simbol-simbol budaya kita. Dan orang-orang yang datang dari luar harus
menghormati budaya kita budaya lokal. Celakanya adalah kita sebagai orang
Indonesia sendiri tidak menghormati budaya kita sendiri. Budaya asal Nusantara.
Bahkan di luar Bali lupa budaya lokal kita apa seolah-olah kita tidak berbudaya
sebelumnya.
Moderator : Teman-teman kita di daerah lain terkaang tidak bangga akan budayanya. Dan
kita sering berbuat konyol dengan membawa nama agama. Dan tidak sesuai dengan
ajaran apa mungkin ada kesalahan dalam menafsirkan. Bagaimana menurut Bapak?
Anand Krishna :
Saya kira yang penting bukan belive atau kepercayaan melainkan bagaimana kita
melakoni agama kita sendiri. Dan ini yang terlupakan saya memberikan contoh
Agama Islam menjadi besar di India karena orang-orang Hindu saat itu menjadi sangat
sektarian dan arogan.ini sejarah kita tidak bisa mengelakkan Dan itu menjadikan
agama Islam membesar. Islam membesar ketika tidak menggunakan pedang. Ketika
menggunakan pedang justru tidak membesar. Bahkan dinasty Mogul kemudian hancur.
Kita melihat kelembutan selalu berhasil. Kita melihat Mahatma Gandhi berhasil
dengan kelembutannya. Yasir arafat mati dengan keadaan yang gelisah pasti.
Sudah 50 tahun lebih, kita mendukung perjuangan Palestina mereka tetapi
seandainya mereka menggunakan cara-cara yang lebih lembut pasti mereka sudah
berhasil sekarang.
Moderator : Yang berkembang di Bali kemerosotan atau fatalogi sosial seperti
pencurian Pratima bagaimana menurut Bapak?
Anand Krishna :
Ada kemerosotan dan rasa bangga terhadap budaya peninggalan, mungkin di dlm
pratima ada kandungan emas, ada nilai di pasaran. Kita tidak memahami
nilai-nilai dan konsep suatu kebijakan yang ada di dalamnya dan saya
menyalahkan diri saya mengapa saya kenapa saya tidak bisa mengajarkan
nilai-nilai tersebut kepada saudara-saudara saya?
Sudharma (penelpon) : Om Swastiastu pak Anand, pada saat ini di Bali banyak bermuculan
kelompok-kelompok spiritual ataupun sekte-sekte. Dan itu kadang-kadang
meimbulkan konflik sosial di Bali. Seperti saat kedatangan Empu Kuturan,
bagaimana menurut Bapak?
Ibu Agung (penelpon) : Saya tertarik sekali setiap perkataan dan pembicaraan yang disampaikan
oleh Bapak Anand seolah-olah menggugah perasaan dan bathin kita sebagai orang
Indonesia seperti tema malam ini Bangkitlah Bali demi Kesatuan NKRI kira-kira
kita harus mulai darimana dan bersama siapa saja yang harus terlibat. Dan apa
yang harus kita lakukan untuk memotivasi kebangkitan kita ini.
Anand Krishna :
Mulai dari mana? kita harus memulai dari diri sendiri. Ini yang agak sulit.
Karena kita mempunyai mitos dan berfikir kalau kita mempunyai kekuasaan baru
kita bisa mempengaruhi orang-orang. Pertama-tama ini adalah mitos yang harus
kita gugurkan dahulu. Mahatma Gandhi tidak mempunyai kekuasaan, Nabi Muhamad,
Nabi Isa, Swami viekananda tidak mempunyai kekuasaan semua orang-orang ini
tidak mempunyai kekuasaan. Mereka muncul dengan kesadaran mereka dan setelah
itu baru orang mendengar mereka. Bekal yang kita butuhkan adalah rasa bangga
terhadap kebudayaan kita sendiri. Untuk itu penting sekali kita mempelajari
sejarah. Pemda setempat membiayai orang-orang tertentu untuk menulis ulang
lembaran-lembaran sejarah kita. Karena banyak lembaran-lembaran sejarah kita
yang hilang atau bahkan sengaja dihilangkan. Misalnya kita tidak tahu apa yang
terjadi dengan Majapahit dan Sriwijaya. Itu baru 400 tahun yang lalu saya kira
tidak ada di seluruh dunia dimana sejarah 500 tahun tidak utuh tidak ada,
bahkan peninggalannya tidak ada dan Trowulan itu juga berandai-andai. Saya rasa
ada konspirasi yang sangat teratur untuk membuat kita lupa akan sejarah kita
dan karena kita lupa akan sejarah, kita seakan dipisahkan oleh akar kita.
Seperti kembang dalam pot ini kita akan mengalami disintegrasi dan layu.
Moderator : Tetapi kita lihat sekarang penanganan SDM justru no 2 jika dibandingkan
dengan penanganan fisik.
Anand Krishna :
Ini harus kita rubah kita harus menyadarkan pemerintah kita bahwa tanpa rasa
bangga terhadap Nasionalisme yang dikatakan juga oleh Menhan kita dalam suatu
wawancara bahwa kita membutuhkan pertahanan non militer kalau tidak negara kita
akan hancur.
Moderator : Adanya penghapusan peninggalan sejarah kepentingannya apa?
Anand Krishna : 100 persen adalah kepentingan
politik dan juga kepentingan ekonomi. Politik dipoitisir. Dan sejarah masa lalu
yang saya yakin sekali bersama sejarah yang dihilangkan adalah data-data
ekonomi kita. Dan data2 itu sengaja dihilangkan saya tidak yakin kita tidak
punya tabungan diluar negeri. Raja-raja majapahit pasti punya tabungan di luar
negeri. Kita sdh berdagang sampai ke afrika pakai kapal sendiri kita menjual
emas rempah-rempah itu uangnya kemana?sengaja dihilangkan bilyet2 giro
dihilangkan daftar utang piutang dihilangkan karena pasti ada kelompok yang
menikmati semuanya itu. Karena ini baru 3,5 abad yang lalu. Dan di England
masih ada perusahaan-perusahaan yang masih berjaya. Uangnya kemana?
Wawan (penelpon) : sesuai dengan ajeg bali bagaimana menurut Bpk Anand Krishna
tipikal-tipikal orang-orang Bali untuk mengajegkan Bali sendiri yang cukup
sabar dengan pendatang tetapi sangat tidak bersahabat dengan warga sendiri.
Seperti para penguasa yang memihak para investor dengan BPG, Geothermal, BNR,
dan lain-lain. Justru ini mengkhianati ajeg Bali.
Bisma (penelpon) : Majapahit yang menguasai Nusantara, bagaimana ajeg bali ini bisa
menyuarakan NKRI ke tingkat Nasional?
Anand Krishna :
Kalau kita melihat dari budaya kita tingkatan itu karena profesi bukan karena
kelahiran tetapi lama kelamaan karena kelahiran. Tapi kita harus jujur pada
diri sendiri seperti Abhyasa adalah kelahiran anak seorang penjual ikan yang
tidak memiliki kasta dan adalah anak haram. Tetapi dia dapat mencapai kedudukan
yang sangat tinggi. Kita menghormati orang karena kelahiran juga dan bukan
satu-satunya kriteria. Kemunduran Hindu di India karena sistem kasta.
Kita minder dengan orang asing kita tidak ada salahnya menghargai orang asing seperti Vasudeva Kutumbhakam kita semua adalah satu keluarga besar. Dan ada pertanyaan yang cukup menarik tentang Besakih kita harus cukup bangga dengan itu bahwa masyarakat Internasional menerima hal itu tetapi kita bisa memberikan klosul kita dengan syarat. Seperti contoh Bahwa Taj Mahal itu adalah warisan budaya Bagian2 tertentu makamnya Sahajan ditutup untuk umum ada replika di dalamnya. Sekian banyak candi-candi di India yang hanya bisa dikunjungi hanya ulamanya ada pendetanya kita bisa negosiasi dan jangan lemah dengan nego2 kita. Perpindahan tanah atas nama tertentu, karena banyak orang Bali yang tinggal di rumah kontrakan sementara orang lain banyak memiliki tanah disini. Seharusnya bisa menggunakan hak pakai atau hak guna bangunan. Dan yang terakhir, pendidikan memerankan hal yang sangat penting sekali.
Kita minder dengan orang asing kita tidak ada salahnya menghargai orang asing seperti Vasudeva Kutumbhakam kita semua adalah satu keluarga besar. Dan ada pertanyaan yang cukup menarik tentang Besakih kita harus cukup bangga dengan itu bahwa masyarakat Internasional menerima hal itu tetapi kita bisa memberikan klosul kita dengan syarat. Seperti contoh Bahwa Taj Mahal itu adalah warisan budaya Bagian2 tertentu makamnya Sahajan ditutup untuk umum ada replika di dalamnya. Sekian banyak candi-candi di India yang hanya bisa dikunjungi hanya ulamanya ada pendetanya kita bisa negosiasi dan jangan lemah dengan nego2 kita. Perpindahan tanah atas nama tertentu, karena banyak orang Bali yang tinggal di rumah kontrakan sementara orang lain banyak memiliki tanah disini. Seharusnya bisa menggunakan hak pakai atau hak guna bangunan. Dan yang terakhir, pendidikan memerankan hal yang sangat penting sekali.
Moderator
: “Baiklah demikian DIALOG INTERAKTIF episode kali ini. Bagi pemirsa di rumah,
selamat menjalankan aktivitas anda. Dan sampai jumpa”
Karya : Yohanna Adys
Follow My Twitter ya... :) @yohanna_adys
Tidak ada komentar:
Posting Komentar