Pembaca Acara : Oka
Narasumber : Ibu Sinta
Penelpon Interaktif : Bapak Eko
Tema : Tangani Kasus Demam Berdarah
Acara Televisi : Metro TV
Waktu Penyayangan : 21 Juli 2013
Pukul 10.00 WIB
Oka :” Selamat pagi
pemirsa, jumpa lagi dengan saya Oka dalam acara “DIALOG INTERAKTIF”. Pagi
kali ini dialog interaktif akan membahas tentang “Tangani Kasus Demam
Berdarah.” Baik disamping kanan saya ini, saya telah di temani oleh Ibu
Sinta.Pagi ibu.”
Sinta : “Pagi.”
Oka : Baik kalau begitu
saya langsung saja pada pokok pembicaraan ya ibu.”
Sinta :”Silahkan.”
Oka : Sejauh ini, Apakah kasus demam
berdarah ini sudah
bermunculan di beberapa
daerah?
Sinta
: Untuk kasus-kasus demam berdarah
sejauh ini memang belum parah. Tapi, di beberapa daerah sendiri sudah banyak
yang mengalami penyakit ini.
Oka : Contohnya dimana bu?
Sinta : Magelang dan sekitarnya.
Oka : Kalau belum banyak kasus, kenapa disana
sudah dinyatakan sebagai daerah endemis?
Sinta :
Setiap tahun memang ada kasus-kasus seperti ini. Artinya,
daerah yang sering terjadi
demam berdarah biasanya di daerah
Grabag dan Mertoyudan. Untuk
lain tempat memang belum
banyak. Saat ini penyakit
demam berdarah memang belum
dikabarkan di Magelang. Kita memang sudah
mengantisipasi,
koordinasi dengan
daerah-daerah sudah kita informasikan. Di
setiap puskesmas kalau ada
kasus demam berdarah sesegera
mungkin melaporkan kepada
Dinas Kesehatan. Sampai saat ini
kebetulan di Subdin P2M belum
ada laporan terjadi kasus ini.
Oka : Ibu mengatakan bahwa Dinas Kesehatan
Kabupaten Magelang
sudah melakukan antisipasi.
Bisa dijelaskan sedikit bagaimana
antisipasinya?
Sinta : Selain penyuluhan-penyuluhan, kemudian juga
kebersihan
lingkungan meliputi kegiatan
3M, yang sering dilakukan
masyarakat. Kemudian,
pemberantasan sarang nyamuk, yang
secara rutin juga dilakukan
oleh masyarakat. Jadi, sambil kita
bahu-membahu, kalau ada
kegiatan kasus demam berdarah
sesegera mungkin bisa
dilaporkan ke Dinas Kesehatan.
Seandainya memang ada kasus
demam berdarah sesegera
mungkin kita harapkan
penghambatan epidemiologis (penyebaran
penyakit).
Oka : Kalau di Jakarta sekarang ini apakah sudah
banyak korban jiwa?
Sinta :
Betul. Yang saya baca dari media massa seperti itu. Di lain
tempat juga ada, misalnya Kodya
Semarang juga sama.
Oka : Menurut Ibu mengapa penyebaran itu bisa
serentak di beberapa
tempat?
Sinta :
Sebetulnya itu lingkungan. Kesehatan lingkungan yang kurang
baik, dan masyarakat sendiri
kadang-kadang tidak begitu
menyadari bahwa untuk mengatasi
itu mestinya secara simultan,
secara serentak masyarakat
semuanya ikut bertanggung jawab.
Bermula dari kesehatan lingkungan
yang kurang baik, kemudian
ada genangan air dan segalanya
itu yang akan menyebabkan media
yang paling baik untuk penyebaran
nyamuk demam berdarah.
Oka
: Sejumlah pengamat mengatakan tahun ini luar biasa
sekali kasus-
kasus demam berdarah yang
ditemukan. Sangat besar bahkan
berlipat ganda dibandingkan tahun
lalu. Kenapa bisa demikian?
Sinta :
Barangkali kesehatan lingkungan kita yang mungkin kurang
memadai dan kemudian juga
perubahan musim yang mungkin
secara mendadak berubah-ubah.
Kadang dingin kadang panas
kemudian dingin lagi, panas lagi,
hujan lagi. Musim hujannya tidak
terus-menerus hujan, tetapi
berubah-ubah. Kadang-kadang
panas, kadang dingin. Ya memang
ini menarik untuk dikaji karena
rupanya belum pernah terjadi
ledakan seperti ini di negara kita.
Saya pun mulai mengantisipasi sejak ada
kasus-kasus seperti ini.
Kita amati terus, sambil ada juga beberapa
masyarakat yang
minta fogging atau pengasapan. Sekalipun mungkin
belum ada
kasusnya, karena kekhawatiran saja. Selain itu
juga masih banyak
warga
yang kurang sadar pentingnya menjaga kesehatan. Mereka
membuang sampah sembarangan, di sungai dan di
selokan.
Akibatnya, selokan tersumbat dan menjadi
sarang nyamuk.
Padahal, perkembangbiakan nyamuk
sangat pesat.
Oka : OK.
Selanjutnya untuk pemirsa di rumah yang ingin
bertanya seputar tema kita hari
ini bisa hubungi nomor
123-456-789.Rupanya sudah ada telepon yang masuk, hallo!
Dengan siapa dimana? “
Eko : “Halo, dengan Bapak Eko di Makassar. “
Oka :” Iya bapak langsung saja pertanyaannya! “
Eko : Apakah Dinas Kesehatan juga melakukan fogging?
Sinta : Belum. Jadi sementara ini fogging dilakukan kalau memang ada
Eko : “Halo, dengan Bapak Eko di Makassar. “
Oka :” Iya bapak langsung saja pertanyaannya! “
Eko : Apakah Dinas Kesehatan juga melakukan fogging?
Sinta : Belum. Jadi sementara ini fogging dilakukan kalau memang ada
indikasi kejadian luar biasa demam
berdarah atau jelas-jelas di
situ ada kasusnya. Tetapi, kalau
abatesasi sudah dilakukan,
kemudian beberapa puskesmas juga
sudah mendapatkan abate. Di
situ sudah disediakan secara
rutin. Justru sebenarnya yang inti
adalah kebersihan lingkungan.
Mungkin secara rutin, kalau bisa
dilakukan pemberantasan sarang
nyamuk yang secara terus-
menerus. Mungkin setiap minggu
dilakukan. Itu akan lebih
bermanfaat. Tampaknya masyarakat
yang harus menyadari
pemberantasan sarang nyamuk di
tempatnya sendiri saja. Mulailah
dari rumah kita sendiri. Itu yang
paling efektif. Kita lebih baik
mencegah daripada mengobati.
Oka : Baik. Pertanyaan
telah dijawab. Ada yang ingin ditanyakan lagi
pak?
Eko :
Tidak. Terima Kasih.
Oka : Iya. Baik, Terima
kasih banyak bapak Eko yang telah
memberika n sebuah pertanyaan.
Dan saya juga terima kasih
banyak, atas partisipasi ibu
Sinta untuk dapat kami
wawancarai.
Sinta : Iya. Sama-sama.
Saya justru sangat senang bisa saling
berbagi dengan permisa di
rumah maupun di studio.
Oka : Selesai sudah dialog
Interaktif kita pada pagi ini. Saya Oka
pamit undur diri dari hadapan
pemirsa dan mohon maaf apabila
ada kesalahan kata ataupun
lain nya. Kami ucapkan selamat pagi
dan sampai jumpa.
Follow My Twitter ya... :) @yohanna_adys
Bermanfaat sekali, Silahkan juga kunjungi:
BalasHapus1. DIALOG INTERAKTIF: Pengertian dan Contoh Dialog Interaktif di TV
kreatif
BalasHapus