Kamis, 07 November 2013

Contoh Dialog Interaktif

Pembaca Acara          : Oka
Narasumber              : Ibu Sinta
Penelpon Interaktif   : Bapak Eko
Tema                                : Tangani Kasus Demam Berdarah
Acara Televisi           : Metro TV
Waktu Penyayangan   : 21 Juli 2013 Pukul 10.00 WIB



Oka          :” Selamat pagi pemirsa, jumpa lagi dengan saya Oka dalam acara “DIALOG INTERAKTIF”. Pagi kali ini dialog interaktif akan membahas tentang “Tangani Kasus Demam Berdarah.” Baik disamping kanan saya ini, saya telah di temani oleh Ibu Sinta.Pagi ibu.”
Sinta        : “Pagi.”
Oka          : Baik kalau begitu saya langsung saja pada pokok pembicaraan ya ibu.”
Sinta        :”Silahkan.”
Oka          : Sejauh ini, Apakah kasus demam berdarah ini sudah   
                    bermunculan di beberapa daerah?
Sinta        : Untuk kasus-kasus demam berdarah sejauh ini memang belum parah. Tapi, di beberapa daerah sendiri sudah banyak yang mengalami penyakit ini.
Oka          : Contohnya dimana bu?
Sinta        : Magelang dan sekitarnya.
Oka          : Kalau belum banyak kasus, kenapa disana sudah dinyatakan sebagai daerah endemis?
Sinta     : Setiap tahun memang ada kasus-kasus seperti ini. Artinya,
                 daerah yang sering terjadi demam berdarah biasanya di daerah
                 Grabag dan Mertoyudan. Untuk lain tempat memang belum
                 banyak. Saat ini penyakit demam berdarah memang belum
                 dikabarkan di Magelang. Kita memang sudah mengantisipasi,
                 koordinasi dengan daerah-daerah sudah kita informasikan. Di
                 setiap puskesmas kalau ada kasus demam berdarah sesegera
                 mungkin melaporkan kepada Dinas Kesehatan. Sampai saat ini
                 kebetulan di Subdin P2M belum ada laporan terjadi kasus ini.
Oka         : Ibu mengatakan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Magelang
                 sudah melakukan antisipasi. Bisa dijelaskan sedikit bagaimana
                 antisipasinya?
Sinta      : Selain penyuluhan-penyuluhan, kemudian juga kebersihan
                 lingkungan meliputi kegiatan 3M, yang sering dilakukan
                 masyarakat. Kemudian, pemberantasan sarang nyamuk, yang
                 secara rutin juga dilakukan oleh masyarakat. Jadi, sambil kita
                 bahu-membahu, kalau ada kegiatan kasus demam berdarah
                 sesegera mungkin bisa dilaporkan ke Dinas Kesehatan.
                Seandainya memang ada kasus demam berdarah sesegera
                mungkin kita harapkan penghambatan epidemiologis (penyebaran
                penyakit).
Oka       : Kalau di Jakarta sekarang ini apakah sudah banyak korban jiwa?
Sinta     : Betul. Yang saya baca dari media massa seperti itu. Di lain
               tempat juga ada, misalnya Kodya Semarang juga sama.
Oka       : Menurut Ibu mengapa penyebaran itu bisa serentak di beberapa
      tempat?
Sinta     : Sebetulnya itu lingkungan. Kesehatan lingkungan yang kurang
               baik, dan masyarakat sendiri kadang-kadang tidak begitu
               menyadari bahwa untuk mengatasi itu mestinya secara simultan,
              secara serentak masyarakat semuanya ikut bertanggung jawab.
              Bermula dari kesehatan lingkungan yang kurang baik, kemudian
              ada genangan air dan segalanya itu yang akan menyebabkan media  
              yang paling baik untuk penyebaran nyamuk demam berdarah.
Oka      : Sejumlah pengamat mengatakan tahun ini luar biasa sekali kasus-
              kasus demam berdarah yang ditemukan. Sangat besar bahkan
              berlipat ganda dibandingkan tahun lalu. Kenapa bisa demikian?
Sinta    : Barangkali kesehatan lingkungan kita yang mungkin kurang
              memadai dan kemudian juga perubahan musim yang mungkin  
              secara mendadak berubah-ubah. Kadang dingin kadang panas
              kemudian dingin lagi, panas lagi, hujan lagi. Musim hujannya tidak
              terus-menerus hujan, tetapi berubah-ubah. Kadang-kadang
              panas, kadang dingin. Ya memang ini menarik untuk dikaji karena
              rupanya belum pernah terjadi ledakan seperti ini di negara kita.
              Saya pun mulai mengantisipasi sejak ada kasus-kasus seperti ini.
              Kita amati terus, sambil ada juga beberapa masyarakat yang
              minta fogging atau pengasapan. Sekalipun mungkin belum ada
              kasusnya, karena kekhawatiran saja. Selain itu juga masih banyak
              warga yang kurang sadar pentingnya menjaga kesehatan. Mereka  
              membuang sampah sembarangan, di sungai dan di selokan.
              Akibatnya, selokan tersumbat dan menjadi sarang nyamuk.
              Padahal, perkembangbiakan nyamuk sangat pesat.
Oka     : OK. Selanjutnya untuk pemirsa di rumah yang ingin
              bertanya seputar tema kita hari ini bisa hubungi nomor
              123-456-789.Rupanya sudah ada telepon yang masuk, hallo!
              Dengan siapa dimana? “
Eko      : “Halo, dengan Bapak Eko di Makassar. “
Oka      :”  Iya bapak langsung saja pertanyaannya! “
Eko      :
Apakah Dinas Kesehatan juga melakukan fogging?
Sinta           :
Belum. Jadi sementara ini fogging dilakukan kalau memang ada
             indikasi kejadian luar biasa demam berdarah atau jelas-jelas di
             situ ada kasusnya. Tetapi, kalau abatesasi sudah dilakukan,
             kemudian beberapa puskesmas juga sudah mendapatkan abate. Di
             situ sudah disediakan secara rutin. Justru sebenarnya yang inti
             adalah kebersihan lingkungan. Mungkin secara rutin, kalau bisa
             dilakukan pemberantasan sarang nyamuk yang secara terus-
             menerus. Mungkin setiap minggu dilakukan. Itu akan lebih
             bermanfaat. Tampaknya masyarakat yang harus menyadari
             pemberantasan sarang nyamuk di tempatnya sendiri saja. Mulailah
             dari rumah kita sendiri. Itu yang paling efektif. Kita lebih baik
             mencegah  daripada mengobati.
Oka        : Baik. Pertanyaan telah dijawab. Ada yang ingin ditanyakan lagi
                 pak?
Eko         : Tidak. Terima Kasih.
Oka        : Iya. Baik, Terima kasih banyak bapak Eko yang telah
                 memberika n sebuah pertanyaan. Dan saya juga terima kasih
                 banyak, atas partisipasi ibu Sinta untuk dapat kami
                 wawancarai.
Sinta              : Iya. Sama-sama. Saya justru sangat senang bisa saling
                 berbagi dengan permisa di rumah maupun di studio.
Oka        : Selesai sudah dialog Interaktif kita pada pagi ini. Saya Oka
                 pamit undur diri dari hadapan pemirsa dan mohon maaf apabila
                 ada kesalahan kata ataupun lain nya. Kami ucapkan selamat pagi
                 dan sampai jumpa.




                                                                           Karya : Yohanna Adys
Follow My Twitter ya... :) @yohanna_adys

2 komentar: